
Kesan pertama masuk kota Samarinda bisa diolah menjadi kenangan tak terlupakan dari pemandangan jembatan ini.
Turun dari jembatan, lanskap yang ditandai dengan masjid besar yang megah menyambut kita. Masjid Islamic Center Samarinda ini konon dibangun dengan menelan biaya sampai jumlah “T” dan baru selesai tahun 2008 lalu.
Pemandangan tepi sungai ini juga sebuah magnet yang luar biasa. Bayangan saya kalau tempat ini lebih ditata lagi tentu akan menjadi lanskap khas Samarinda nan elok. Tak perlu mewah dan mahal, tetapi bersih, ramah dan tertib.
Nah, makanan yang saya maksud adalah di sepanjang area ini. Tapi yang kita temui adalah makanan fast food khas Indonesia: pecel lele dan bakso. Jadi ya gitu deh, kurang khas. Melirik di seberang jalan, restoran yang ada terlihat Ayam Goreng wong Solo dan beberapa warung nasi ayam goreng as usual.Tapi seiring dengan waktu, semakin mengenal kota ini, saya menemukan potensi kuliner yang cukup menyengat di kota ini. Pertama adalah saat saya kelaparan malam-malam di kamar Hotel Swissbell Samarinda. Keluarlah saya dan menyusuri sepanjang Mal yang menawarkan ayam goreng khas metropolitan: KFC. Perut saya agak enggan. Sampai mata saya melihat sebuah tenda panjang di pojok jalan, yang bersinar terang benderang di dalamnya. Insting saya mengatakan: ini tempat makan enak!
Benar saja, ternyata itu adalah tenda Nasi Jinggo. Dimana kita bisa memilih 1001 makanan siap saji yang “seronok” dan super nyus. Sebut saja nasi yang dimasak dalam bungkus daun pisang dengan santan dan bumbu khas, segala macam sate yang legit, telur penyu rebus, rendang dan masih banyak lagi yang khas Samarinda. Dan seperti jalan pembuka, nasi Jinggo ini jadi awal saya mengenal kuliner Samarinda yang lain. Ternyata saya keliru besar. Banyak tempat makan enak di kota ini yang bisa dijelajahi. Di mana saja? Nanti kita bahas lagi.***


Nah, baru tahukan kalau samarinda itu kulinernya beragam. Pastinya aku bertaruh, kalau anda pasti akan kembali ke samarinda. Karena ada ungkapan yang menyebutkan, sekali minum aur mahakam, pasti akan balik lagi ke Samarinda
————————————————————————————
Betul Bung Ifan, ternyata banyak juga tempat makan enak di sini. Oya, ada lagi sebuah warung di depan pelabuhan Samarinda. Menunya dari Bakso, Mie kuah … tapi yang paling nyus adalah Sup Iga nya. Minuman spesialnya … es kacang merah dan … susu kedelai! Mantap. Restoran besarnya oke juga tapi lupa namanya, Anda punya saran?? Oya, thanks sudah mampir.
Posted by Ifan Jayadi | March 25, 2010, 10:25 pm