<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>keBorneo-Tshirt</title>
	<atom:link href="http://kekaltim.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kekaltim.wordpress.com</link>
	<description>Jangan Bunuh Apapun Kecuali Waktu, Jangan Tinggalkan Apapun Kecuali Jejak Kaki, Jangan Bawa Apapun Kecuali Kaos keBorneo.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Aug 2011 07:11:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kekaltim.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>keBorneo-Tshirt</title>
		<link>http://kekaltim.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kekaltim.wordpress.com/osd.xml" title="keBorneo-Tshirt" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kekaltim.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kebun Raya Samarinda</title>
		<link>http://kekaltim.wordpress.com/2011/02/07/kebun-raya-samarinda/</link>
		<comments>http://kekaltim.wordpress.com/2011/02/07/kebun-raya-samarinda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 23:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mumtaz amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[kebun raya samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[orang utan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekaltim.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Dimana bisa menyaksikan orang utan (Bornean Orangutan (Pongo pygmaeus), warga asli Kalimantan (dan Suamtra (Sumatran Orangutan (Pongo abelii) yang paling terkenal di seluruh dunia itu? Salah satunya adalah di Kebun Raya Samarinda. Tepatnya sekitar 5 Km keluar dari Samarinda menuju Bontang (CMIIW). Kebun Raya ini memang tidak terlalu besar jika dibanding dengan Kebun Raya Bogor &#8230; <a href="http://kekaltim.wordpress.com/2011/02/07/kebun-raya-samarinda/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=42&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kekaltim.files.wordpress.com/2011/02/cendana.jpg"><img src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2011/02/cendana.jpg?w=224&#038;h=300" alt="" title="cendana" width="224" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-124" /></a>Dimana bisa menyaksikan orang utan <em>(Bornean Orangutan (Pongo pygmaeus)</em>, warga asli Kalimantan (dan Suamtra <em>(Sumatran Orangutan (Pongo abelii</em>) yang paling terkenal di seluruh dunia itu? Salah satunya adalah di Kebun Raya Samarinda. Tepatnya sekitar 5 Km keluar dari Samarinda menuju Bontang (CMIIW). </p>
<p>Kebun Raya ini memang tidak terlalu besar jika dibanding dengan Kebun Raya Bogor misalnya. Tetapi sesungguhnya seperti banyak titik destinasi lain di Kalimantan ini yang memiliki inner beauty luar biasa. Bagaikan intan yang belum digosok!</p>
<p>Dalam kebun ini terdapatlah satwa-satwa langka yang dilindungi selain Orang Utan, seperti buaya dan beruang madu. Orang utan di sini terlihat sangat terawat dan disayang oleh kawan kita penjaga binatang yang baik hati. </p>
<p>Kalau hanya pernah mendengar cerita pohon Ulin, pohon Gaharu atau Cendana yang super mahal dan terkenal itu, di sini kita bisa menyaksikannya bahkan membawa pulang bibitnya. Mitosnya, bibit pohon ini tidak bisa hidup dekat dengan induknya, jadi kalau mau dicabut dan bawa pulang, silakan saja. Hanya dari sepuluh bibit yang saya bawa tidak satupun yang hidup. Sepertinya layak dicoba lagi kapan-kapan lagipula umurnya kan ratusan tahun!***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekaltim.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekaltim.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekaltim.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekaltim.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekaltim.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekaltim.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekaltim.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekaltim.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekaltim.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekaltim.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekaltim.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekaltim.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekaltim.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekaltim.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=42&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekaltim.wordpress.com/2011/02/07/kebun-raya-samarinda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2011/02/cendana.jpg?w=112" />
		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2011/02/cendana.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">cendana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b79bed1b72aa8310f45be893fd2b949?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibu inal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2011/02/cendana.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">cendana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menara Equator di Bontang Bersolek</title>
		<link>http://kekaltim.wordpress.com/2011/02/04/menara-equator-di-bontang-bersolek/</link>
		<comments>http://kekaltim.wordpress.com/2011/02/04/menara-equator-di-bontang-bersolek/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 22:40:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mumtaz amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Off Road]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Wisata Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Tugu Equator]]></category>
		<category><![CDATA[Tugu Khatulistiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekaltim.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[&#8216;Pak, maaf Ekuator itu apa ya?&#8217; tanya driver taksi Bontang &#8211; Balikpapan itu dengan lugas. Lugu dan tegas. Ada dua hal menarik dari pertanyaan itu: sebuah kejujuran nan mengharukan yang patut diapresiasi dan sebuah kenyataan yang membuat saya berkulum senyum: potret karikatif tentang kita yang berjarak dengan tanah sendiri. (Bedanya kawan kita ini sportif dan &#8230; <a href="http://kekaltim.wordpress.com/2011/02/04/menara-equator-di-bontang-bersolek/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=114&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8216;Pak, maaf Ekuator itu apa ya?&#8217; tanya <em>driver</em> taksi Bontang &#8211; Balikpapan itu dengan lugas. Lugu dan tegas. Ada dua hal menarik dari pertanyaan itu: sebuah kejujuran nan mengharukan yang patut diapresiasi dan sebuah kenyataan yang membuat saya berkulum senyum: potret karikatif tentang kita yang berjarak dengan tanah  sendiri. (Bedanya kawan kita ini sportif dan segera bertanya, semoga ia akan menjadi corong bagi kemajuan wisata daerah ini.)</p>
<p>Pertanyaan itu muncul sekian waktu setelah teman seperjalanan kami, Ibu Arista, heboh mengenai tugu atau menara <em>Equator</em> di luar kota Bontang ke arah Samarinda.</p>
<p>Rupanya Ibu ini pernah punya cerita unik mengenai si Tugu. Saat itu katanya, ada turis Polandia yang sangat ingin melihat Tugu Equator dan bertanyalah ia pada kawan kita ini. Sayang, ia pun belum tahu persis lokasinya, nah  kesempatan ini ia gunakanlah sepenuhnya untuk memastikan di mana letaknya. Manakala kehebohan itu terjadi di dalam mobil Innova yang setiap hari melaju bak setrikaan bolak-balik Balikpapan, Samarinda, Bontang itu sang pengemudi (mungkin) bertanya dalam hati: Apa sih  e k u a t o r  itu sampai segitu inginnya si Ibu ini melihat tugunya?</p>
<p><span id="more-114"></span></p>
<p>Untung ia berani bertanya, itupun beberapa saat setelah akhirnya kita menemukan lokasinya. Terletak sekitar 20 Km setelah kota Bontang di pinggir jalan Bontang &#8211; Samarinda di sisi sebelah kanan jalan. Beruntung, tempat tugu itu berada sedang direnovasi sehingga ada banner penunjuk yang tertulis besar-besar di tepi jalan. Kami menyaksikan sebuah tangga berundak sedang dibangun menaiki bukit tempat ia berdiri menjulang  dan sepertinya sebuah taman yang akan mengelilinginya.  Syukurlah ada perhatian terhadap monumen ini.</p>
<p>Beberapa saat kemudian perbincangan dalam mobil itu hanyalah soal Tugu Equator itu. Saya sendiri sesungguhnya baru sekali ini melihat Tugu Equator, meskipun kenal namanya sudah lama. Sebenarnya yang paling saya ingat dan kenal adalah Tugu Equator atau Tugu Khatulistiwa di Pontianak. Tugu di Bontang ini saya baru <em>ngeh</em> setelah ada ekspedisi <em>off road</em> tahun 2009 oleh kawan-kawan dari kawan saya seorang fotografer yang hobinya menempuh medan sulit dengan kendaraan 4&#215;4. Namanya Bung Iwan Kurniawan. Ia waktu itu menjelaskan bahwa ekspedisi tersebut menempuh jalur khatulistiwa dari Kalimantan Barat ke Kalimantan Timur, wah pati medannya sangat luar biasa sulit karena hutan dan sungai di perbatasan kedua provinsi dengan Kalimantan Tengah juga sangat sulit!</p>
<p>Ia saat itu menambahkan bahwa di Bontang mereka akan singgah di Tugu Equator ini. Nah sejak saat itu saya <em>aware</em> ternyata di Bontang juga ada tugu ini. Karena memang Garis Equator atau Khatulistiwa atau garis nol derajat bujur bumi ini melintasi dua kota itu. Itu juga yang kita jelaskan kepada driver kami yang haus informasi itu.</p>
<p>Tugu Equator tentu sebuah fenomena dan alasan yang menarik bagi orang datang ke tempat ini. Apalagi jika ketika sampai di sini ada nilai lebih yang ditawarkan. Tentu nilai lebih itu bukan atraksi dangdut, pedagang asongan dan kaki lima yang semrawut, apalagi sampah plastik. Bagaimana dengan sebuah museum yang berisi informasi geografi, astronomi, dan iklim? Mungkin menarik. Salam.*** </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekaltim.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekaltim.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekaltim.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekaltim.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekaltim.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekaltim.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekaltim.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekaltim.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekaltim.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekaltim.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekaltim.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekaltim.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekaltim.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekaltim.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=114&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekaltim.wordpress.com/2011/02/04/menara-equator-di-bontang-bersolek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b79bed1b72aa8310f45be893fd2b949?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibu inal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makan Nasi Jinggo di Samarinda</title>
		<link>http://kekaltim.wordpress.com/2010/03/20/makan-nasi-jinggo-di-samarinda/</link>
		<comments>http://kekaltim.wordpress.com/2010/03/20/makan-nasi-jinggo-di-samarinda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 09:59:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mumtaz amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner khas borneo]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Center Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Jinggo Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Swiss Bell Samarinda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekaltim.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Terus terang beberapa kali mampir di Samarinda saya agak skeptis soal makanan. Dulu saya hanya tahu makanan di sepanjang tepian sungai Mahakam yang memang jalan utama setelah menyeberang lewat jembatan Samarinda yang indah. (Catatan: akan lebih indah jika jalan menuju jembatan ini dirapikan dan aneka spanduk dan bilboard yang semrawut itu disingkirkan atau ditertibkan. Tapi &#8230; <a href="http://kekaltim.wordpress.com/2010/03/20/makan-nasi-jinggo-di-samarinda/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=11&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_101" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://kekaltim.files.wordpress.com/2010/03/jembatan-samarinda.jpg"><img src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2010/03/jembatan-samarinda.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" title="jembatan samarinda" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-101" /></a><p class="wp-caption-text">Kesan pertama masuk kota Samarinda bisa diolah menjadi kenangan tak terlupakan dari pemandangan jembatan ini.</p></div>Terus terang beberapa kali mampir di Samarinda saya agak skeptis soal makanan. Dulu saya hanya tahu makanan di sepanjang tepian sungai Mahakam yang memang jalan utama setelah menyeberang lewat jembatan Samarinda yang indah. (<strong>Catatan</strong>: akan lebih indah jika jalan menuju jembatan ini dirapikan dan aneka spanduk dan bilboard yang semrawut itu disingkirkan atau ditertibkan. Tapi susah juga, mengingat spanduk-spanduk itu rata-rata milik orang penting di sini. Samalah dengan di kota-kota lain &#8230; <em>Sorry, for frankly speaks.</em>)</p>
<p><span id="more-11"></span></p>
<p>Turun dari jembatan, lanskap yang ditandai dengan masjid besar yang megah menyambut kita. Masjid Islamic Center Samarinda ini konon dibangun dengan menelan biaya sampai jumlah &#8220;T&#8221; dan baru selesai tahun 2008 lalu. </p>
<p>Pemandangan tepi sungai ini juga sebuah magnet yang luar biasa. Bayangan saya kalau tempat ini lebih ditata lagi tentu akan menjadi lanskap khas Samarinda nan elok. Tak perlu mewah dan mahal, tetapi bersih, ramah dan tertib.</p>
<p><div id="attachment_103" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><a href="http://kekaltim.files.wordpress.com/2010/03/nasi-jinggo-1.jpg"><img src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2010/03/nasi-jinggo-1.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" title="nasi jinggo 1" width="200" height="300" class="size-medium wp-image-103" /></a><p class="wp-caption-text">Nasi Panggang, Sate, Telur Penyu</p></div>Nah, makanan yang saya maksud adalah di sepanjang area ini. Tapi yang kita temui adalah makanan <em>fast food </em>khas Indonesia: pecel lele dan bakso. Jadi ya gitu deh, kurang khas. Melirik di seberang jalan, restoran yang ada terlihat Ayam Goreng wong Solo dan beberapa warung nasi ayam goreng <em>as usual</em>.</p>
<p>Tapi seiring dengan waktu, semakin mengenal kota ini, saya menemukan potensi kuliner yang cukup menyengat di kota ini. Pertama adalah saat saya kelaparan malam-malam di kamar Hotel Swissbell Samarinda. Keluarlah saya dan menyusuri sepanjang Mal yang menawarkan ayam goreng khas metropolitan: KFC. Perut saya agak enggan. Sampai mata saya melihat sebuah tenda panjang di pojok jalan, yang bersinar terang benderang di dalamnya. Insting saya mengatakan: ini tempat makan enak!</p>
<p><div id="attachment_104" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://kekaltim.files.wordpress.com/2010/03/nasi-jinggo-2.jpg"><img src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2010/03/nasi-jinggo-2.jpg?w=300&#038;h=195" alt="" title="nasi jinggo 2" width="300" height="195" class="size-medium wp-image-104" /></a><p class="wp-caption-text">Telur Penyu .. jadi ingat kota Padang juga.</p></div>Benar saja, ternyata itu adalah tenda Nasi Jinggo. Dimana kita bisa memilih 1001 makanan siap saji yang &#8220;seronok&#8221; dan super nyus. Sebut saja nasi yang dimasak dalam bungkus daun pisang dengan santan dan bumbu khas, segala macam sate yang legit, telur penyu rebus, rendang dan masih banyak lagi yang khas Samarinda.</p>
<p><div id="attachment_105" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://kekaltim.files.wordpress.com/2010/03/nasi-jinggo-3.jpg"><img src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2010/03/nasi-jinggo-3.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" title="nasi jinggo 3" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-105" /></a><p class="wp-caption-text">Khas dan super seronok.</p></div>Dan seperti jalan pembuka, nasi Jinggo ini jadi awal saya mengenal kuliner Samarinda yang lain. Ternyata saya keliru besar. Banyak tempat makan enak di kota ini yang bisa dijelajahi. Di mana saja? Nanti kita bahas lagi.***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekaltim.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekaltim.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekaltim.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekaltim.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekaltim.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekaltim.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekaltim.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekaltim.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekaltim.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekaltim.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekaltim.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekaltim.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekaltim.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekaltim.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=11&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekaltim.wordpress.com/2010/03/20/makan-nasi-jinggo-di-samarinda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2010/03/nasi-jinggo-3.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2010/03/nasi-jinggo-3.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">nasi jinggo 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b79bed1b72aa8310f45be893fd2b949?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibu inal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2010/03/jembatan-samarinda.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jembatan samarinda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2010/03/nasi-jinggo-1.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">nasi jinggo 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2010/03/nasi-jinggo-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">nasi jinggo 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2010/03/nasi-jinggo-3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">nasi jinggo 3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayo, Benahi Arsitekur Berkelas Agha Khan Ini</title>
		<link>http://kekaltim.wordpress.com/2009/12/19/ayo-benahi-arsitekur-berkelas-agha-khan-ini/</link>
		<comments>http://kekaltim.wordpress.com/2009/12/19/ayo-benahi-arsitekur-berkelas-agha-khan-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 09:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mumtaz amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Aga Khan Award]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[Citra Niaga]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar dengan arsitektur terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[Samarinda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekaltim.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Namanya Pasar Citra Niaga. Letaknya di tengah kota Samarinda. Dibanding pasar Kebun Sayur di Balikpapan pasar ini terkesan lebih sepi, tetapi tipikal bisnisnya sama, yaitu pusat perdagangan batu hias da cenderamata. Seperti komplek ruko souvenir Indoniaga di Bergas, Bontang. Tetapi pasar Citra Niaga Samarinda ini cukup membuat saya tertegun bangga sekaligus sedih. Kesedihan yang melengkapi &#8230; <a href="http://kekaltim.wordpress.com/2009/12/19/ayo-benahi-arsitekur-berkelas-agha-khan-ini/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=84&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/12/award.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-95" title="award" src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/12/award.jpg?w=300&#038;h=200" alt="aga khan prasasti" width="300" height="200" /></a>Namanya Pasar Citra Niaga. Letaknya di tengah kota Samarinda. Dibanding pasar Kebun Sayur di Balikpapan pasar ini terkesan lebih sepi, tetapi tipikal bisnisnya sama, yaitu pusat perdagangan batu hias da cenderamata. Seperti komplek ruko souvenir Indoniaga di Bergas, Bontang.</p>
<p>Tetapi pasar Citra Niaga Samarinda ini cukup membuat saya tertegun bangga sekaligus sedih. Kesedihan yang melengkapi perasaan saya pada Pulau yang begitu berjasa bagi bangsa Indonesia dan dunia ini. Memang, sejak mengenal Pulau Kalimantan lebih dekat, tiga tahun yang lalu,  saya jatuh cinta dengan daerah ini, sekaligus sedih dan prihatin atas penderitaannya.</p>
<p><span id="more-84"></span></p>
<p>Memasuki bagian tengah Pasar Citra Niaga perasaan saya tidak menentu, manakala melihat sebuah prasasti berwarna kuning emas dalam sebuah bangunan kecil yang masih menyisakan keindahan arsitekturnya. Ya, disitu bersemayam dalam &#8220;abai dan kesia-siaan&#8221; sebuah penghargaan yang masih berwibawa di kalangan negara berkembang Asia dan Afrika: AGHA KHAN AWARD!</p>
<p>Rupanya, arsitektur  pasar ini pernah mendapat penghargaan Agha Khan pada periode penghargaan tahun 1987 &#8211; 1989. Tetapi kondisi saat ini sungguh jauh dari semangat penghargaan sebuah yayasan dimana Cak Nur (Nurcholish Madjid-red) pernah menjabat sebagai salah satu Steering Commitee-nya.</p>
<p>Kenyataan ini menambah kagum saya pada Kalimantan, sekaligus keprihatinan yang dalam. Kami merindukan sebuah kebijakan yang cukup mendasar dan sederhana lepas dari berbagai tarikan kuasa dan politik sehingga membangkitkan kota-kota dari mimpi menjadi metropolis ala Tanah Abang Jakarta dan kembali kepada jati diri yang ramah, bersahaja namun percaya diri.***</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Halaman Tautan:</p>
<p><a href="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/12/akaa4_indonesia.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-88" title="akaa4_indonesia" src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/12/akaa4_indonesia.jpg?w=750" alt=""   /></a>Citra Niaga Urban Development, Samarinda, Indonesia</p>
<p><strong>Developer</strong><br />
P.T. Pandurata Indah (Didik Soewandi, Director), Jakarta, Indonesia</p>
<p><strong>Architects</strong><br />
Antonio Ismael Risianto, PT Triaco, and PT Griyantara Architects, Jakarta, Indonesia</p>
<p><strong>Users</strong><br />
Koperasi Pedagang Pasar (informal sector cooperative), Jakarta, Indonesia</p>
<p><strong>Client</strong><br />
Samarinda Municipal Government, Samarinda, Indonesia</p>
<p><strong>Sponsor</strong><br />
Institute for Development Studies, Jakarta, Indonesia</p>
<p><em>Completed in 1986 </em></p>
<p>Before its transformation, this site was inhabited by a low-income migrant population working as street peddlers. These hawkers are still there occupying over 200 stalls provided for them free of charge by the urban development programme. Other built units include 79 smaller shops catering to high and medium income groups; 141 shop houses arranged in arcades, as well as infrastructural and recreational facilities. Pedestrian precincts are landscaped and automobiles are restricted to the periphery of the site. The entire complex is unified by the use of traditional roof forms. This social, economic and design accomplishment has been achieved through private and community involvement, without financial or technical assistance from the government or foreign donors. The jury notes that &#8220;the whole process has been a democratic one, culminating in the establishment of a management board representing through a co-operative, the interests of the peddlers, the shop keepers, the local government and the consultants.&#8221;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekaltim.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekaltim.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekaltim.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekaltim.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekaltim.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekaltim.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekaltim.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekaltim.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekaltim.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekaltim.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekaltim.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekaltim.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekaltim.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekaltim.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=84&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekaltim.wordpress.com/2009/12/19/ayo-benahi-arsitekur-berkelas-agha-khan-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b79bed1b72aa8310f45be893fd2b949?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibu inal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/12/award.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">award</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/12/akaa4_indonesia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">akaa4_indonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Si Elai, Durian Kuning dari Samarinda</title>
		<link>http://kekaltim.wordpress.com/2009/12/13/si-elai-durian-kuning-dari-samarinda/</link>
		<comments>http://kekaltim.wordpress.com/2009/12/13/si-elai-durian-kuning-dari-samarinda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 09:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mumtaz amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner khas borneo]]></category>
		<category><![CDATA[Durian Khas Kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[Durian Kuning]]></category>
		<category><![CDATA[Elai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekaltim.wordpress.com/2009/12/13/si-elai-durian-kuning-dari-samarinda/</guid>
		<description><![CDATA[Durian kita kini kalah pamor dengan durian monthong dari negeri Gajah Putih, Thailand. Seperti halnya kontingen kita di SEA Games Laos 2009 ini yang masih dibawah Vietnam, Thailan, Singapura dan Malaysia (berita hari ini-red.) Tapi di Samarinda, durian manapun pasti kalah populer dibanding Si Elai, durian mungil yang berdaging kuning bersemu orange. Rasanya, mengutip komentar &#8230; <a href="http://kekaltim.wordpress.com/2009/12/13/si-elai-durian-kuning-dari-samarinda/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=82&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Durian kita kini kalah pamor dengan durian monthong dari negeri Gajah Putih, Thailand. Seperti halnya kontingen kita di SEA Games Laos 2009 ini yang masih dibawah Vietnam, Thailan, Singapura dan Malaysia (berita hari ini-red.) Tapi di Samarinda, durian manapun pasti kalah populer dibanding Si Elai, durian mungil yang berdaging kuning bersemu orange.</p>
<p>Rasanya, mengutip komentar teman saya Eji, &#8216;&#8230; manis-manis gimanaa gitu.&#8217; Ya, tak salah Elai ini memang menawarkan aroma dan rasa yang berbeda dari durian biasa. Sensasinya seperi mengandung tepung atau jika diibaratkan secara ekstrim seperti rasa ubi tetapi ini jauh lebih lembut, manis dan beraroma.</p>
<p>Jadi kapan Elai masuk Total Buah Segar atau supermarket buah lain yang keren-keren itu?***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekaltim.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekaltim.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekaltim.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekaltim.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekaltim.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekaltim.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekaltim.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekaltim.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekaltim.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekaltim.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekaltim.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekaltim.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekaltim.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekaltim.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=82&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekaltim.wordpress.com/2009/12/13/si-elai-durian-kuning-dari-samarinda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b79bed1b72aa8310f45be893fd2b949?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibu inal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makan Nasi Gambut di Banjarmasin</title>
		<link>http://kekaltim.wordpress.com/2009/12/13/makan-nasi-gambut-di-banjarmasin/</link>
		<comments>http://kekaltim.wordpress.com/2009/12/13/makan-nasi-gambut-di-banjarmasin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 09:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mumtaz amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner khas borneo]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarmasin]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Gambut]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Bebek Kalimantan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekaltim.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[(Tanah) Gambut dan Kalimantan pasti sudah tak perlu dijelaskan lagi, alias sudah identik sejak jaman dahulu apalagi Pak Harto pernah mempopulerkan Lahan Gambut Sejuta Hektar, meskipun hasilnya jauh panggang dari api. Tapi Nasi Gambut? Siapa yang pernah mendengar? Kalau memang belum baiklah saya kabari, bahwa di Banjarmasin, jika anda melakukan perjalanan menuju Bandara maka akan &#8230; <a href="http://kekaltim.wordpress.com/2009/12/13/makan-nasi-gambut-di-banjarmasin/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=43&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_77" class="wp-caption alignleft" style="width: 267px"><a href="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/12/tenda-biru-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-77" title="tenda biru 2" src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/12/tenda-biru-2.jpg?w=257&#038;h=171" alt="Warung Nasi Bungkus Iwak Itik" width="257" height="171" /></a><p class="wp-caption-text">Harusnya kuliner khas seperti ini yang dihidupkan di kota-kota nusantara.</p></div>
<p>(Tanah) Gambut dan Kalimantan pasti sudah tak perlu dijelaskan lagi, alias sudah identik sejak jaman dahulu apalagi Pak Harto pernah mempopulerkan Lahan Gambut Sejuta Hektar, meskipun hasilnya jauh panggang dari api.</p>
<p>Tapi Nasi Gambut? Siapa yang pernah mendengar? Kalau memang belum baiklah saya kabari, bahwa di Banjarmasin, jika anda melakukan perjalanan menuju Bandara maka akan menjumpai deretan lapak besar yang memajang tulisan besar-besar &#8220;Nasi Bungkus Iwak Itik &#8211; Tenda Biru&#8221;</p>
<p><span id="more-43"></span></p>
<div id="attachment_78" class="wp-caption alignright" style="width: 217px"><a href="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/12/tenda-biru-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-78" title="tenda biru 1" src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/12/tenda-biru-1.jpg?w=207&#038;h=128" alt="" width="207" height="128" /></a><p class="wp-caption-text">Warung Gambut</p></div>
<p>Nah, kalau berkesempatan mencobainya jangan kaget kalau Anda kapan waktu lewat pasti ingin mampir lagi. Alasannya hanya satu: rasanya uenaak. Terutama adalah lauknya, yakni Bebek yang dimasak dengankelapa sampai berminyak dan berwarna coklat kehitaman. Rasanya manis pedas karena sambalnya. Nasinya memang khas dengan tampilan yang tidak pulen dan bungkus daun pisangnya yang menambah &#8216;keseronokan&#8217; makanan ini.</p>
<p>Jangan salahkan saya, jika pagi itu sarapan pagi yang modern ala Rattan Inn yang berselera, terpaksa saya usulkan untuk ditinggalkan saja dan diganti dengan sarapan eksotis di pagi yang cerah di Nasi Gambut Tenda Biru. Kata Mas Bondan dan Pak Umar Kayam &#8230; Mak Nyusss.***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekaltim.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekaltim.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekaltim.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekaltim.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekaltim.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekaltim.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekaltim.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekaltim.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekaltim.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekaltim.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekaltim.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekaltim.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekaltim.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekaltim.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=43&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekaltim.wordpress.com/2009/12/13/makan-nasi-gambut-di-banjarmasin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b79bed1b72aa8310f45be893fd2b949?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibu inal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/12/tenda-biru-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tenda biru 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/12/tenda-biru-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tenda biru 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Naik Pesawat ke &amp; di Kalimantan</title>
		<link>http://kekaltim.wordpress.com/2009/06/06/naik-pesawat-ke-bpn/</link>
		<comments>http://kekaltim.wordpress.com/2009/06/06/naik-pesawat-ke-bpn/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 18:47:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mumtaz amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kaltim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekaltim.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Baru empat  maskapai yang pernah penulis tumpangi dalam perjalanan menuju dan di Borneo. Yang pasti adalah Garuda Indonesia. Seperti biasa, Garuda memang bisa diandalkan dalam ketepatan waktu dan kenyamanan dari mulai check-in, boarding maupun saat didalam kabin. Didalam pesawat kita akan bertemu dengan pramugari-pramugara senior yang ibarat lagu, adalah lagu dendangan Ratih Purwasih atau Obbie &#8230; <a href="http://kekaltim.wordpress.com/2009/06/06/naik-pesawat-ke-bpn/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=37&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_63" class="wp-caption alignleft" style="width: 272px"><img class="size-medium wp-image-63" title="pesawat" src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/06/pesawat.jpg?w=262&#038;h=244" alt="Pesawat baru Boeing 737-800 Garuda Rute Jakarta-Balikapapan" width="262" height="244" /><p class="wp-caption-text">Pesawat baru Boeing 737-800 Garuda Rute Jakarta-Balikapapan</p></div>
<p>Baru empat  maskapai yang pernah penulis tumpangi dalam perjalanan menuju dan di Borneo. Yang pasti adalah Garuda Indonesia. Seperti biasa, Garuda memang bisa diandalkan dalam ketepatan waktu dan kenyamanan dari mulai check-in, boarding maupun saat didalam kabin. Didalam pesawat kita akan bertemu dengan pramugari-pramugara senior yang ibarat lagu, adalah lagu dendangan Ratih Purwasih atau Obbie Messakh.</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p>Yang kedua adalah Lion. Kesederhanaan layanan sudah dimulai saat check-in, hingga boarding dan layanan dalam pesawat. Kesederhanaan sesungguhnya bisa menjadi nilai jual asal dilakukan tetap dalam koridor profesional. Keterlambatan yang kadang tanpa penjelasan bahkan terkesan dielakkan oleh petugas, membuat penerbangan menjad tidak nyaman. Pramugari cantik era Bunga Citra Lestari mungkin dianggap akan menjadi penyejuk hati yang kecewa akan ketepatan waktu, bisa jadi ya, tetapi alangkah baiknya jika dari sentuhan pertama sudah menunjukkan kenyamanan penumpang.</p>
<p>Lain lagi Batavia rute Balikpapan-Banjarmasin. Yang teringat dan terkenang adalah cara landing pesawat yang benar-benar mulus. Bravo Pak Pilot. Layanan lainnya, maaf Batavia harus banyak berbenah.</p>
<p>Pesawat private perusahaan PT Badak dari Balikpapan ke Bontang dengan pesawat kecil berbaling-baling membuat penerbangan terasa powerful dan nyaman. Balikpapan-Bontang terasa indah dan cepat dari pesawat ini. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekaltim.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekaltim.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekaltim.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekaltim.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekaltim.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekaltim.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekaltim.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekaltim.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekaltim.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekaltim.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekaltim.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekaltim.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekaltim.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekaltim.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=37&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekaltim.wordpress.com/2009/06/06/naik-pesawat-ke-bpn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b79bed1b72aa8310f45be893fd2b949?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibu inal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/06/pesawat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pesawat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ukiran Motif Dayak terbaik</title>
		<link>http://kekaltim.wordpress.com/2009/06/06/ukiran-motif-dayak-terbaik/</link>
		<comments>http://kekaltim.wordpress.com/2009/06/06/ukiran-motif-dayak-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 18:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mumtaz amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[destinasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekaltim.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Siapa tak kenal ukir motif  Dayak atau Kalimantan ? Jika pernah mampir di terminal F Bandara Soekarno-Hatta, motif Dayak ini menghiasai interiornya dengan megah dan indah. Berbicara soal motif ukir, mungkin orang lebih mudah mengingat motif Jepara, Cirebon, Jogja, Bali bahkan malah Cina. Tetapi manakala disodori motif Kalimantan, pasti mereka segera mengenali asal motif tersebut. &#8230; <a href="http://kekaltim.wordpress.com/2009/06/06/ukiran-motif-dayak-terbaik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=39&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_59" class="wp-caption alignleft" style="width: 157px"><img class="size-medium wp-image-59" title="perisai" src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/06/perisai1.jpg?w=147&#038;h=300" alt="Salah satu koleksi Defry berupa perisai kayu pajangan yang belum di finishing." width="147" height="300" /><p class="wp-caption-text">Salah satu koleksi Defry berupa perisai kayu pajangan yang belum di finishing.</p></div>
<p>Siapa tak kenal ukir motif  Dayak atau Kalimantan ? Jika pernah mampir di terminal F Bandara Soekarno-Hatta, motif Dayak ini menghiasai interiornya dengan megah dan indah. Berbicara soal motif ukir, mungkin orang lebih mudah mengingat motif Jepara, Cirebon, Jogja, Bali bahkan malah Cina. Tetapi manakala disodori motif Kalimantan, pasti mereka segera mengenali asal motif tersebut.</p>
<p><span id="more-39"></span></p>
<p>Motif ukiran Dayak yang mengingatkan pada profil bunga anggrek memang masih perlu dipromosikan dan diaplikasikan dengan lebih mempertimbangkan sisi ketelitian. Perajin ukir dayak pada media kayu yang terbaik yang penulis temui, ada di kawasan indoniaga Bontang (Tak memungkiri perajin lain yang memilki kualitas bagus di lain tempat) dengan nama dagang Defry.</p>
<p>Perajin ini membuat aneka mebel dan barang pajangan dengan detil ukir yang memikat. Apalagi bahannya adalah kayu ulin yang langka. Menyenangkan jika bisa menemui perajin yang berkualitas di seluruh Indonesia.***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekaltim.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekaltim.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekaltim.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekaltim.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekaltim.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekaltim.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekaltim.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekaltim.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekaltim.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekaltim.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekaltim.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekaltim.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekaltim.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekaltim.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=39&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekaltim.wordpress.com/2009/06/06/ukiran-motif-dayak-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b79bed1b72aa8310f45be893fd2b949?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibu inal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/06/perisai1.jpg?w=147" medium="image">
			<media:title type="html">perisai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Museum Mulawarman Tenggarong</title>
		<link>http://kekaltim.wordpress.com/2009/06/06/museum-mulawarman-tenggarong/</link>
		<comments>http://kekaltim.wordpress.com/2009/06/06/museum-mulawarman-tenggarong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 17:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mumtaz amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Mulawarman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekaltim.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Kerajaan Kutai kita kenal sebagai kerajaan tertua dalam sejarah Indonesia. Seperti diingatkan kembali pada pelajaran sejarah itu, Saya berkesempatan mengunjungi Museum Mulawarman yang terdapat di Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara beberapa waktu lalu. Museum Mulawarman didirikan seareal dengan makam raja-raja Kutai. Bangunan museum mencerminkan sebuah arsitektur yang unik dan mengingatkan pada arsitektur Belanda. (Seseorang yang &#8230; <a href="http://kekaltim.wordpress.com/2009/06/06/museum-mulawarman-tenggarong/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=40&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_55" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-55" title="prasasti" src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/06/prasasti.jpg?w=150&#038;h=100" alt="Prasasti Mulawarman, harus kita tengok pula Prasasti Purnawarman di Jawa Barat. " width="150" height="100" /><p class="wp-caption-text">Prasasti Mulawarman, harus kita tengok pula Prasasti Purnawarman di Jawa Barat. </p></div>
<p>Kerajaan Kutai kita kenal sebagai kerajaan tertua dalam sejarah Indonesia. Seperti diingatkan kembali pada pelajaran sejarah itu, Saya berkesempatan mengunjungi Museum Mulawarman yang terdapat di Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara beberapa waktu lalu.</p>
<div id="attachment_52" class="wp-caption alignleft" style="width: 287px"><img class="size-medium wp-image-52" title="gedung museum" src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/06/gedung-museum.jpg?w=277&#038;h=190" alt="Bangunan museum yang cantik salah satu modal mengembangkan museum penting ini." width="277" height="190" /><p class="wp-caption-text">Bangunan museum yang cantik salah satu modal mengembangkan museum penting ini.</p></div>
<p>Museum Mulawarman didirikan seareal dengan makam raja-raja Kutai. Bangunan museum mencerminkan sebuah arsitektur yang unik dan mengingatkan pada arsitektur Belanda. (Seseorang yang saya tanya, membenarkan bahwa itu bangunan Belanda, bukan bangunan baru.)</p>
<p><span id="more-40"></span></p>
<div id="attachment_53" class="wp-caption alignleft" style="width: 291px"><img class="size-medium wp-image-53" title="papan nama" src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/06/papan-nama.jpg?w=281&#038;h=188" alt="Mungkin Depdiknas lebih baik fokus di dunia pedidikan dan pengajaran yang merupakan kerja luarbiasa besar." width="281" height="188" /><p class="wp-caption-text">Mungkin Depdiknas lebih baik fokus di dunia pedidikan dan pengajaran yang merupakan kerja luarbiasa besar.</p></div>
<p>Memasuki areal museum, kita disambut oleh patung Lembuswana yakni visualisasi ular naga dengan kepala lembu yang konon adalah penjaga sungai Mahakam.Koleksi paling menarik dari museum ini adalah replika prasasti kerajaan Kutai.</p>
<div id="attachment_54" class="wp-caption alignleft" style="width: 294px"><img class="size-medium wp-image-54" title="odah ngondok" src="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/06/odah-ngondok.jpg?w=284&#038;h=204" alt="Smoking Area sudah dikenal sejak dulu di masyarakat dayak." width="284" height="204" /><p class="wp-caption-text">Smoking Area sudah dikenal sejak dulu di masyarakat dayak.</p></div>
<p>Seperti museum lain di Nusantara, museum Mulawarman ibarat harta karun yang tersembunyi di lumpur peradaban materialis. Perlu orang yang mengerti benar bagaimana mengemas benda bersejarah, memisahkan dengan barang kontemporer yang mengurangi nilai museum dan menyajikannya untuk membuat pengunjung menjadi mengerti dan mendapat ilmu manakala keluar dari pintu gerbangnya.  ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekaltim.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekaltim.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekaltim.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekaltim.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekaltim.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekaltim.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekaltim.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekaltim.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekaltim.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekaltim.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekaltim.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekaltim.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekaltim.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekaltim.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=40&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekaltim.wordpress.com/2009/06/06/museum-mulawarman-tenggarong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b79bed1b72aa8310f45be893fd2b949?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibu inal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/06/prasasti.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">prasasti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/06/gedung-museum.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gedung museum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/06/papan-nama.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">papan nama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kekaltim.files.wordpress.com/2009/06/odah-ngondok.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">odah ngondok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hotel di Balikpapan</title>
		<link>http://kekaltim.wordpress.com/2009/05/21/profil-hotel/</link>
		<comments>http://kekaltim.wordpress.com/2009/05/21/profil-hotel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 02:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mumtaz amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[akomodasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekaltim.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Dari Balikapapan, Samarinda, Bontang hingga Tenggarong sesungguhnya adalah jalur jalan-jalan yang menarik. Fasilitas akomodasi sepanjang kota-kota ini juga cukup lengkap. Terutama ketersediaan hotel Balikpapan sejauh ini memang memiliki koleksi hotel yang lengkap dari hotel melati sampai bintang lima berkelas. Pilih saja hotel bintang tiga yang menarik seperti Sagita, Adhika Bahtera bintang empat seperti Blue Sky, &#8230; <a href="http://kekaltim.wordpress.com/2009/05/21/profil-hotel/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=10&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Balikapapan, Samarinda, Bontang hingga Tenggarong sesungguhnya adalah jalur jalan-jalan yang menarik. Fasilitas akomodasi sepanjang kota-kota ini juga cukup lengkap. Terutama ketersediaan hotel</p>
<p>Balikpapan sejauh ini memang memiliki koleksi hotel yang lengkap dari hotel melati sampai bintang lima berkelas. Pilih saja hotel bintang tiga yang menarik seperti Sagita, Adhika Bahtera bintang empat seperti Blue Sky, Le Grandeur dan Novotel, semuanya memiliki kekhasannya masing-masing.</p>
<p><span id="more-10"></span></p>
<p>Adhika Bahtera strategis, dekat dengan Pusat Perbelanjaan, dan Bandara Sepinggan. Meskipun desain kamar dalam kategori standar. Sagita memiliki desain minimalis seperti hotel butik yang cukup asri meskipun area jalan masuk lobi kurang nyaman karena curam dan kurang lega. Disini sarana gym, karaoke dan bar tersedia attach dengan hotel.</p>
<p>Bintang empatnya sebut saja Le Grandeur dengan pemandangan pantai dan suasana klasik yang elegan, atau Blue Sky yang memiliki fasilitas Lounge Gratis di Bandara Sepinggan, mobil pengantaran, welcome drink yang disertai hot towel yang melegakan setelah perjalanan jauh dan jangan lupa deretan restoran dengan citarasa yang yahud.</p>
<p>Novotel yang menyandang nama besar, menjanjikan pengalaman yang unik saat stay di dalamnya. Interior kamar dibuat unik dengan penyusunan kamar mandi dan tempat tidur yang <em>visually connected</em>. Penyuka sajian ala &#8216;bule&#8217; dijamin termanjakan di tempat ini.</p>
<p>Lalu bagaimana hotel-hotel di Samarinda, Bontang dan tenggarong? Ikuti penjelajahan berikutnya.***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekaltim.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekaltim.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekaltim.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekaltim.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekaltim.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekaltim.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekaltim.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekaltim.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekaltim.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekaltim.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekaltim.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekaltim.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekaltim.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekaltim.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekaltim.wordpress.com&amp;blog=7787986&amp;post=10&amp;subd=kekaltim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekaltim.wordpress.com/2009/05/21/profil-hotel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b79bed1b72aa8310f45be893fd2b949?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibu inal</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
